SIDANG PEMBACAAN TUNTUTAN PEMBUNUHAN SATU KELUARGA DI INDRAMAYU DITUNDA

INDRAMAYU – Sidang lanjutan kasus pembunuhan yang menjerat terdakwa Priyo Bagus Setiawan kembali digelar hari ini, Rabu (17/6/2026).

Berdasarkan rancangan agenda yang telah ditetapkan sebelumnya, Di Pengadilan Negeri Indramayu.

persidangan kali ini seharusnya memasuki tahapan pembacaan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU). Namun, agenda tersebut terpaksa ditunda akibat adanya proses negosiasi yang terjadi dalam persidangan.

Sebagai gantinya, JPU membacakan hasil pemeriksaan laboratorium forensik terkait sampel DNA dari bercak darah yang ditemukan di Tempat Kejadian Perkara (TKP), yaitu di sebuah kios yang terletak di jalan Siliwangi.

Kuasa Hukum terdakwa, Ruslandi, mengungkapkan bahwa hasil uji laboratorium forensik tersebut menyatakan bahwa bercak darah di TKP identik dengan sampel milik almarhum Budi Awaluddin.

“Hari ini agendanya tuntutan terhadap saudara Priyo Bagus Setiawan, namun tadi ada penundaan karena terjadi negosiasi. Akhirnya JPU membacakan hasil laboratorium forensik tentang sampel darah di TKP kios. Hasilnya identik dengan sampel pembanding (gigi) milik almarhum Budi Awaluddin,” ujar Ruslandi saat memberikan keterangan kepada awak media usai persidangan.

Terdakwa Tidak Mengajukan Bantahan Menanggapi hasil forensik yang dibacakan oleh Jaksa, pihak terdakwa Priyo Bagus Setiawan memilih untuk tidak mengajukan bantahan.

Ruslandi menilai hasil tersebut valid karena didasarkan pada metode ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu, temuan tersebut juga selaras dengan keterangan yang sebelumnya telah disampaikan oleh kliennya.

“Dari terdakwa Priyo tidak ada bantahan. Karena ini telah melalui uji ilmiah (scientific), sehingga validitasnya dapat kami percayai. Lagipula, keterangan ini kan berdasar dari keterangan saudara Prio sendiri, sehingga dipastikan terdakwa Prio membenarkan atas temuan bercak darah di TKP kios tersebut,” jelas Ruslandi (demush)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *