CILACAP – Titik Nol Kilometer yang berada di ujung selatan jalan Ahmad Yani kota Cilacap menjadi salah satu ikon jujugan wisata baru yang ramai dikunjungi oleh pengunjung baik dari dalam kota Cilacap maupun dari luar kota Cilacap.
Tempat wisata baru yang berada di kawasan Heritage ini menjadi simpul baru wisatawan setelah berkunjung ke pantai Teluk Penyu maupun Benteng Pendem.
Terlebih pada liburan dan cuti bersama Idul Fitri. Banyak sekali kendaraan ber nomor polisi dari luar kota Cilacap berkunjung dan menyaksikan dari dekat monumen nol kilometer yang ramai di media sosial.
Kawasan Heritage Titik Nol Kilometer Cilacap yang berada di Jalan Ahmad Yani kini menjadi wajah baru kota sekaligus ikon Kabupaten Cilacap.
Kawasan ini juga menjadi penanda historis awal perkembangan Kota Lama dengan konsep penataan yang menyerupai kawasan Malioboro, Yogyakarta.
Pembangunan Kawasan Heritage Titik Nol Kilometer menelan APBD tahun 2024 dan APBD tahun 2025 selama dua tahun anggaran sekitar Rp 9,6 miliar.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Cilacap, Wahyu Ari Pramono, menjelaskan anggaran tersebut digunakan untuk penataan ruang publik, mempercantik kawasan, serta melengkapi fasilitas pendukung bernuansa heritage.
Ia menambahkan, pengembangan kawasan selanjutnya akan difokuskan pada lanjutan pembangunan dari Titik Nol Kilometer menuju arah Alun-alun Cilacap.
“Kawasan ini akan dikembangkan secara bertahap agar menyatu dengan kawasan kota lama,” ujarnya.
Kawasan Heritage Titik Nol Kilometer Cilacap yang diresmikan akhir tahun 2025 ini mampu menjadi daya tarik tersendiri bagi setiap orang yang berkunjung ke kota Cilacap. Selain untuk ber-swa foto, ikon wisata baru ini mampu menjadikan kawasan di sekitarnya sebagai kawasan UMKM. Masyarakat dapat menikmati kuliner khas kota Cilacap maupun makanan dan minuman dengan harga UMKM (arbim)












