SUBANG – Puluhan siswa madrasah ibtidaiyah di pelosok pantura subang, terpaksa belajar di ruang kelas dengan kondisi memprihatinkan.
Selain harus berbagi ruang yang disekat, kondisi plafon kelas pun terancam ambruk sehingga harus ditunjang menggunakan kayu seadanya.
Salah satunya seperti yang terjadi di Madrasah Ibtidaiyah di pelosok Pantura kecamatan Ciasem.
Kondisi kegiatan belajar mengajar di madrasah ibtidaiyah darussalam, dusun wanasari, desa pinangsari, kecamatan ciasem, kabupaten subang, sangat memprihatinkan.
Sebanyak enam puluh siswa dari empat kelas berbeda terpaksa harus berdesakan di dua ruang kelas yang disekat menjadi beberapa bagian. hal ini dilakukan karena pihak sekolah kekurangan ruang kelas yang layak.
tidak hanya sempit, kondisi bangunan pun sangat mengkhawatirkan. terlihat bagian atap dan plafon sudah melengkung dan nyaris ambruk.
Untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan, pihak sekolah terpaksa menyangga plafon tersebut dengan sebatang kayu di tengah ruangan.
para guru mengaku proses belajar mengajar menjadi tidak efektif karena siswa sulit berkonsentrasi. selain itu, rasa cemas selalu menyelimuti guru dan siswa jika sewaktu-waktu atap bangunan runtuh, terutama saat hujan deras maupun angin kencang.
menurut ahmad fadholi, guru sekolah tersebut, dengan kondisi siswa belajar di ruang kelas yang disekat dan disangga tiga batang kayu, proses belajar menjadi tidak efektif.
Ia juga mengungkapkan kekhawatiran siswa karena sewaktu-waktu sekolah terancam ambruk.
“dengan kondisi ruang kelas seperti ini proses belajar mengajar tidak efektif dan siswa khawatir akan keselamatan mengingat kondisi bagian plafon sudak kurang layak,”ujarnya
pihak sekolah berharap kementerian agama kabupaten subang segera turun tangan untuk memberikan bantuan rehabilitasi bangunan, serta penambahan dua ruang kelas baru agar para siswa dapat belajar dengan aman dan nyaman (agus)












