MAJALENGKA – Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Majalengka, dipastikan akan menghadapi tantangan baru pada musim operasional haji tahun 2026.
Pihak otoritas mengonfirmasi kenaikan volume pemberangkatan yang signifikan, mencapai 40 kelompok terbang (kloter), meningkat tajam dari kapasitas tahun-tahun sebelumnya yang hanya berada di angka 28 kloter.
Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Jawa Barat, Boy Hari Novian, menegaskan bahwa BIJB Kertajati dipastikan seluruh infrastruktur bandara mampu menopang jadwal penerbangan yang padat.
”Kertajati sudah sangat siap dalam menerima jemaah dan juga sudah disurvei oleh pihak Arab Saudi, dari Saudi Airline dan juga Kementerian Perhubungan Arab Saudi,” ujar Boy Hari Novian, Selasa (22/4).
Boy menambahkan bahwa tahun ini merupakan sejarah baru bagi Kertajati karena harus melayani frekuensi tinggi setiap harinya.
”Ini adalah pertama kali Kertajati memberangkatkan 40 kloter di mana itu adalah dua penerbangan dalam satu hari, malah ada tiga penerbangan dalam satu hari,” ungkapnya.
Untuk menjaga kelancaran alur jemaah di bandara, PPIH Embarkasi Indramayu akan menerapkan prosedur operasional standar (SOP) yang memindahkan seluruh proses birokrasi ke asrama haji.
Menurut Boy, Semua proses pemeriksaan kepabeanan dan imigrasi diselesaikan sepenuhnya di Asrama Haji sebelum jemaah berangkat ke bandara.
Setelah selesai proses pemeriksaan kepabeanan dan imigrasi, Jemaah akan diangkut menggunakan bus yang telah disegel langsung dari asrama.
”Setibanya di Kertajati, jemaah tidak lagi melewati pemeriksaan ulang dan dapat langsung menuju ruang tunggu untuk proses boarding,” jelasnya.
Sementara, Executive General Manager BIJB Kertajati, Nuril Huda Mahmudan, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pemeliharaan fasilitas secara rutin guna memenuhi kriteria ketat dari General Authority of Civil Aviation (GACA) Arab Saudi.
Fokus utama tahun ini adalah pelayanan ramah lansia melalui penyediaan alat khusus.
”Kami sudah menyediakan ambulift, itu mobil lift untuk dari bawah bisa sampai ke atas (pintu pesawat) kalau selama ini kan lewat tangga,” jelas Nuril Huda.
Penggunaan ambulift ini bertujuan agar jemaah pengguna kursi roda dapat langsung masuk ke badan pesawat dari area apron tanpa harus menaiki tangga manual yang berisiko.
”Jadi mengurangi risikolah. Karena kan lift (pesawat) juga terbatas, infonya sekitar 15 sampai 20 jemaah untuk pengguna kursi roda,” tambahnya.
Pihak bandara berharap kesuksesan operasional haji 40 kloter ini menjadi pembuktian bagi maskapai internasional agar mau membuka rute umrah reguler secara permanen dari Kertajati.
”Harapan kita jangan hanya haji saja untuk penerbangan ke Jeddah atau ke Madinahnya. Tapi bisa didorong untuk setelah ini umrah regulernya bisa melalui Kertajati,” tutur Nuril.
Ia menyebutkan bahwa langkah strategis seperti travel fair dan penandatanganan MoU dengan para wholesaler telah dilakukan untuk menarik minat maskapai seperti Saudi Airline agar tetap beroperasi di Kertajati setelah musim haji usai (paas)












