Kampus  

MENTERI HUKUM MINTA HASIL RISET JANGAN HANYA DIPUBLIKASIKAN 

BANDUNG – Kementerian Hukum Republik Indonesia menggelar kegiatan Campus All Out di Sabuga ITB, Kota Bandung, pada Selasa (12/5). Kegiatan ini dihadiri sejumlah mahasiswa dari perwakilan Universitas negeri dan swasta di wilayah Provinsi Jawa Barat.

Dalam kegiatan tersebut, Kementerian Hukum menyoroti mandeknya hasil riset atau penelitian yang acap kali hanya berujung publikasi saja.

Menurut Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, mengatakan bahwa riset yang dilakukan mestinya bisa jadi aset yang berguna bagi negara ataupun kebutuhan industri.

“Hasil kajian maupun hasil penelitian itu tidak sekadar berhenti di publikasi. Tetapi negara harus hadir untuk menjembatani supaya dia bisa menjadi aset yang berguna,” kata Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas, saat jumpa pers usai kegiatan tersebut di gedung Sabuga ITB, Selasa (12/5).

Supratman mengatakan pihaknya akan bekerja sama dengan pemerintah daerah ataupun lembaga penelitian agar hasil riset dapat didaftarkan menjadi kekayaan intelektual.

“Semua kita beri kemudahan yang terbaik dalam rangka untuk pendaftaran maupun pencatatan intellectual property kita. Kalian teman-teman atau adik-adik mahasiswa, terus belajar, kembangkan diri, ciptakan sesuatu, temukan sesuatu yang baru,” jelas Supratman.

Di lokasi yang sama, Akademisi, Rocky Gerung yang hadir sebagai pembicara di acara tersebut, menyebut Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang mesti diolah sehingga dapat menjadi kekayaan intelektual dan berguna bagi kebutuhan industri.

“Merangsang kampus untuk jadi agen utama untuk memulai riset supaya dia bisa berubah menjadi paten, paten menjadi bisnis,” papar Rocky Gerung.

Rocky mengakui peran pemerintah diperlukan untuk dapat mendukung hasil riset. Dia pun mengusulkan agar dana sumbangan LPDP dialihkan untuk membiayai riset di kampus.

“Mana yang bermanfaat, siapa yang mampu untuk melakukan riset, uangnya ditambah, kan begitu caranya. Jadi kita akan produksi intellectual property right berbasis riset,” pungkasnya (arif)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *