SEORANG PRIA DI KESAMBI CIREBON DITEMUKAN TEWAS GANTUNG DIRI

CIREBON – Suasana tenang di Kampung Langensari Baru, Kelurahan Pekiringan, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon mendadak gempar pada Selasa pagi (12/05/2026).

Seorang pria berinisial D.R. (34 tahun), yang diketahui berprofesi sebagai karyawan swasta, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di dalam kamar mandi rumahnya.

Peristiwa tragis ini pertama kali terdeteksi sekitar pukul 10.00 WIB. Menurut keterangan saksi L.L. (29 tahun), korban sempat berpamitan untuk berolahraga pada pukul 08.00 WIB.

Namun, sekembalinya ke rumah pada pukul 09.30 WIB, perilaku korban tampak tidak biasa. D.R. hanya terdiam dan melamun di ruang tengah tanpa merespons saat diajak berinteraksi.

Kecurigaan memuncak saat saksi L.L. mendengar suara benturan keras dan suara menyerupai orang mengorok dari arah belakang rumah. Merasa ketakutan, ia segera menghubungi saksi lain, D.S. (29 tahun), untuk mengecek lokasi.

Saat dilakukan pemeriksaan bersama warga lainnya, yakni C.C. (27 tahun) dan D.O. (47 tahun), mereka menemukan bercak darah di depan kamar mandi.

Saat pintu dibuka, mereka mendapati korban sudah dalam posisi tergantung menggunakan sehelai kain sarung berwarna merah.

Mendapat laporan dari warga, personel Polsek Kesambi dipimpin langsung oleh Plt. Kapolsek Kesambi IPTU Iman Hendro Santoso, S.H., M.H., segera meluncur ke lokasi kejadian untuk mengamankan TKP dan berkoordinasi dengan Tim Inafis Polres Cirebon Kota.

“Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, ditemukan luka berbentuk huruf V pada bagian leher korban yang diduga kuat akibat ikatan kain sarung. Tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan baik dari benda tajam maupun benda tumpul pada bagian tubuh lainnya,” jelas IPTU Iman Hendro Santoso.

Kasi Humas Polres Cirebon Kota, AKP M. Aris Hermanto, menegaskan bahwa kepolisian telah menjalankan prosedur evakuasi dan olah TKP secara cepat. Ia juga mengonfirmasi bahwa pihak keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah.

“Pihak keluarga menyatakan keberatan untuk dilakukan autopsi dan telah menandatangani surat pernyataan resmi. Jenazah korban dievakuasi ke RS Gunung Jati untuk penanganan lebih lanjut,” ujar AKP M. Aris.

Lebih lanjut, AKP M. Aris memberikan imbauan penting kepada masyarakat terkait kesehatan mental.

“Kami mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi psikologis anggota keluarga maupun lingkungan sekitar. Jangan ragu untuk memanfaatkan Layanan Polisi 110 apabila membutuhkan bantuan atau melihat hal-hal yang mencurigakan.” Jelasnya (kirno)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *