CIREBON – Kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran di wilayah Kabupaten Cirebon perlu ditingkatkan.
Dalam kurun waktu 24 jam terakhir, tercatat telah terjadi dua kali insiden kebakaran. Insiden terbaru menimpa sebuah industri rumahan (home industry) pembuatan tahu di Desa Tegalkarang, Kecamatan Palimanan, pada Senin sore (11/05/2026).
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Cirebon, Eno Sujana, mengonfirmasi kejadian tersebut. Berdasarkan laporan yang diterima, api melahap pabrik tahu milik Bapak Akhmad Marzuki yang berlokasi di Blok Karang Tengah, RT 004/006, Desa Tegalkarang.
adanya laporan masuk ke Pos Damkar Sektor Palimanan pada pukul 16.26 WIB. Petugas bergerak cepat dan tiba di lokasi hanya dalam waktu 9 menit. Saat petugas sampai, api sebenarnya sudah sempat ditekan oleh warga sekitar menggunakan alat seadanya.
“Api diduga berasal dari sisa bara api pembakaran kayu untuk memasak kedelai. Sisa bara yang belum padam sepenuhnya tertiup angin, jatuh ke tumpukan kayu bakar, dan dengan cepat merembet ke bangunan semi permanen,” ujar Eno Sujana.
Kondisi diperparah karena tumpukan kayu tersebut mengandung residu minyak, sehingga si jago merah cepat membesar dan menghanguskan area seluas kurang lebih 40 meter persegi.
Regu 01 Damkar Sektor Palimanan langsung melakukan proses pendinginan total pada pukul 16.39 WIB untuk memastikan tidak ada titik api (hotspot) yang tersembunyi.
Meskipun lokasi berada di dalam gang sempit, petugas berhasil menuntaskan penanganan pada pukul 16.59 WIB dengan bantuan dari Babinsa, Bhabinkamtibmas, perangkat desa, dan warga setempat.
Akibat insiden ini, pemilik usaha diperkirakan mengalami kerugian materil mencapai Rp30.000.000,-.
Adapun aset yang hangus meliputi Alat-alat penggorengan tahu, Bahan baku kedelai dan tahu siap jual, Stok minyak goreng dan kayu bakar. Sebagian material bangunan.
Sementara untuk korban jiwa nihil beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini karena aktivitas produksi baru saja selesai saat api mulai muncul.
Pihak Damkar Kabupaten Cirebon terus menghimbau kepada para pelaku usaha industri rumahan agar lebih teliti dalam memastikan sisa pembakaran benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi produksi, terutama di tengah kondisi cuaca yang rawan memicu penyebaran api (kirno)








