CIREBON – Sebuah insiden kebakaran hebat melanda rumah tinggal milik seorang wiraswasta bernama Ibu Susilawati (55 tahun) di Blok Karang Tengah, RT 02/01, Desa Cempaka, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon.
Peristiwa yang terjadi pada Jumat (05/06/2026) pagi tersebut diduga kuat dipicu oleh korsleting aliran listrik.
Kapolsek Depok, AKP Endang Kusnandar, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Berdasarkan hasil pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket) di lapangan, amukan si jago merah pertama kali diketahui warga sekitar pukul 09.28 WIB.
Menurut keterangan saksi di lokasi kejadian, Supriyono alias Eno (37 tahun) dan Ali (46 tahun), yang saat itu sedang bekerja membuat anyaman betek bambu tepat di depan rumah korban, mendadak melihat kepulan asap tebal membubung tinggi dari arah atap rumah Ibu Susilawati.
Saat kebakaran terjadi, kondisi rumah diketahui sedang kosong ditinggal penghuninya.
“Melihat kepulan asap yang semakin membesar, saksi langsung bergegas mencari bantuan warga sekitar dan segera menghubungi pihak Pemerintah Desa Cempaka serta Pemadam Kebakaran (Damkar),” ujar AKP Endang Kusnandar.
Mendapat laporan tersebut, petugas Pemadam Kebakaran pos sektor terdekat langsung meluncur ke lokasi. Sebanyak 4 unit mobil damkar dikerahkan untuk menjinakkan api yang membakar bangunan seluas kurang lebih 150 meter persegi tersebut.
Setelah berjuang keras, petugas bersama warga akhirnya berhasil memadamkan api secara total pada pukul 10.30 WIB.
Pihak kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam musibah ini. Namun, kerugian materiel yang diderita korban tergolong besar karena api melahap hampir seluruh harta bendanya.
Berikut adalah rincian kerugian akibat kebakaran tersebut 1 unit bangunan rumah hangus terbakar, 1 unit sepeda motor Honda PCX hangus terbakar, dan sejumlah surat-surat berharga yang tidak sempat diselamatkan.
Pasca-kejadian, jajaran Polsek Depok langsung mengambil langkah cepat dengan mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP), melakukan koordinasi intensif dengan pihak Damkar Weru, serta memeriksa saksi-saksi dan korban untuk pengumpulan data lebih lanjut.
AKP Endang Kusnandar menambahkan bahwa pihaknya merekomendasikan Satuan Intelkam untuk terus memonitor perkembangan situasi pasca-kebakaran, mengingat keluarga korban kini kehilangan tempat tinggal dan membutuhkan uluran tangan.
Selain itu, penyelidikan lebih mendalam akan terus dilakukan untuk memastikan secara akurat sumber apinya (kirno)












