JEMAAH HAJI ASAL BEKASI EMBARKASI KERTAJATI KLOTER 14 WAFAT DI MADINAH

MADINAH — Seorang jemaah haji Indonesia bernama Sudarno Marto Pawiro Bin Marto Pawiro ( 73 tahun), asal Kabupaten Bekasi dan tergabung dalam Embarkasi Kertajati kloter KJT-14, dilaporkan wafat setelah sebelumnya sempat mengalami penurunan kondisi kesehatan saat berada di area bandara.

Informasi tersebut dibenarkan Kepala Kantor Wilayah Haji dan Umrah Provinsi Jawa Barat, H Boy Hary Novian, Senin (4/5).

Sementara, Kepala Daerah Kerja Bandara Madinah, Abdul Basir, menjelaskan bahwa jemaah tersebut mengalami penurunan kesadaran saat menjalani proses imigrasi di bandara.

Petugas kemudian segera melakukan penanganan awal dan merujuk jemaah ke klinik bandara untuk mendapatkan pemeriksaan medis.

“Begitu diketahui kondisinya menurun, petugas langsung melakukan penanganan dan jemaah dibawa ke klinik bandara,” ujar Abdul Basir.

Setelah mendapat penanganan di klinik bandara, jemaah tersebut kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Mouwasat Madinah untuk mendapatkan perawatan lanjutan. Namun, jemaah dinyatakan wafat setelah menjalani proses rujukan dan penanganan medis.

“Dari klinik bandara, jemaah kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Mouwasat Madinah untuk penanganan lebih lanjut. Namun, berdasarkan informasi yang kami terima, jemaah tersebut kemudian dinyatakan wafat,” jelasnya.

Abdul Basir menyampaikan bahwa berdasarkan data awal, tidak ditemukan catatan khusus terkait riwayat penyakit jemaah tersebut.

Secara dokumen keberangkatan, almarhum juga telah memenuhi ketentuan istithaah kesehatan dan tergolong memenuhi syarat untuk berangkat haji pada tahun ini.

“Berdasarkan data yang ada, tidak ditemukan catatan khusus ataupun riwayat penyakit tertentu. Dari sisi status istithaah, almarhum masuk dalam kategori memenuhi syarat untuk berangkat haji tahun ini,” katanya.

Ia menambahkan, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan di titik kedatangan tetap harus dilakukan secara siaga dan responsif. Sebab, meskipun jemaah telah dinyatakan memenuhi syarat keberangkatan, kondisi fisik dapat berubah sewaktu-waktu, terutama setelah penerbangan panjang.

Abdul Basir juga menyampaikan bahwa almarhum telah dimakamkan di Baqi pada pagi hari. Ia menjelaskan, bagi jemaah haji yang wafat sebelum sempat menyelesaikan rangkaian ibadah hajinya, pemerintah akan memfasilitasi pelaksanaan badal haji sesuai ketentuan yang berlaku.

“Almarhum telah dimakamkan di Baqi tadi pagi. Untuk jemaah haji yang wafat, pemerintah juga akan membadalhajikan sesuai ketentuan. Ini menjadi bagian dari perhatian dan tanggung jawab layanan kepada jemaah,” jelas Abdul Basir (demush)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *