SUBANG Tradisi mudik selalu menyisakan kisah unik dan menarik dari para pelakunya. Di tengah lonjakan harga tiket moda transportasi umum,
sejumlah warga memilih moda alternatif yang tak biasa demi bisa berkumpul bersama keluarga di kampung halaman.
Salah satunya adalah Badri, seorang pengemudi bajaj di Jakarta, yang nekat memboyong istri dan anaknya mudik ke Tegal, Jawa Tengah, menggunakan bajaj melintasi jalur arteri Pantura Subang.
Deru mesin kendaraan roda tiga berwarna biru ini nampak kontras di antara riuh rendah kendaraan yang memadati jalur Pantura H min enam.
terlihat tumpukan barang bawaan yang diikat rapi di bagian dalam kendaraan bajaj.
Badri ( 50 ) , warga asal Tegal yang sehari-harinya menarik penumpang di ibu kota. Bersama sang istri dan buah hati, Badri memulai perjalanan panjang sejauh ratusan kilometer dari Jakarta menuju kampung halamannya di Tegal. Jawa tengah
Menurut Badri kepada Vritta Nusantara.com ketika di temui di SPBU warung nangka Ciasem, mengaku terpaksa melakukan mudik menggunakan bajaj miliknya.
“Kalau naik bus, ongkos buat bertiga bisa sampai 600 atau 700 ribu. Belum buat jajan di jalan. Kalau naik bajaj sendiri paling habis bensin 200 ribu sudah sampai. Sisa uangnya bisa buat bagi-bagi amplop ke saudara di kampung.” Ujarnya
Menurutnya selama perjalanan dari Jakarta menuju Tegal dengan bajaj bukanlah perkara mudah. Dengan kecepatan rata-rata 40 hingga 60 kilometer per jam, Badri mengaku harus sering menepi untuk beristirahat dan mendinginkan mesin.
Setidaknya, ia sudah tiga kali berhenti di posko mudik sepanjang perjalanan dari Jakarta hingga Subang untuk sekadar meluruskan kaki dan memastikan kondisi ban serta rem tetap aman. Meski harus menempuh waktu lebih dari 10 jam, Badri dan keluarga mengaku menikmati perjalanan ini karena bisa berhenti kapan saja jika merasa lelah.
Meski ruang kabin sangat terbatas dan terpapar angin selama dalam perjalanan keceriaan terpancar dari wajah istri dan anak Badri. Bagi mereka, yang terpenting adalah semangat kebersamaan dan keinginan kuat untuk merayakan hari kemenangan bersama orang tua di kampung.
Hingga saat ini, arus mudik di jalur Pantura Subang terpantau mulai mengalami peningkatan. Petugas kepolisian terus menghimbau kepada pemudik, khususnya yang menggunakan kendaraan dengan kapasitas mesin kecil atau kendaraan yang bukan peruntukan jarak jauh, untuk selalu mengutamakan keselamatan dan rutin beristirahat demi menghindari kelelahan di jalan (gus)












