CIREBON – Masyarakat Kabupaten Cirebon dikejutkan dengan dua insiden kebakaran besar yang terjadi dalam kurun waktu kurang dari enam jam pada Minggu (3/5/2026).
Dua lokasi berbeda, yakni sebuah gudang gas di Kecamatan Greged dan industri pengolahan melinjo di Kecamatan Kedawung, hangus dilalap si jago merah dengan total kerugian mencapai ratusan juta rupiah.
Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Damkar Kabupaten Cirebon, Eno Sujana, mengonfirmasi rentetan peristiwa ini dan menjelaskan kronologi penanganan di dua titik lokasi tersebut.
TKP Pertama Gudang LPG di Greged Ludes terbakar. Insiden pertama terjadi pagi hari sekitar pukul 07.13 WIB di Dusun 02 Cucukul, Desa Lebak Mekar, Kecamatan Greged.
Sebuah bangunan rumah milik Amin yang dialihfungsikan menjadi gudang penyimpanan tabung gas LPG dan material kayu, rata dengan tanah setelah diamuk api.
Kobaran api diduga kuat berasal dari korsleting listrik pada instalasi lampu di bagian tengah bangunan. Keberadaan material kayu jati dan tumpukan kardus yang mudah terbakar membuat api merambat sangat cepat.
Ketegangan sempat meningkat saat saksi mata melaporkan adanya suara ledakan dari dalam gudang ketika api sedang memuncak.
Petugas pemadam kebakaran sempat menghadapi kendala akses jalan yang sempit menuju lokasi. Namun, berkat kesigapan tim, api berhasil dilokalisasi sebelum merembet ke pemukiman padat penduduk di sekitarnya.
Kerugian, Ditaksir mencapai Rp200.000.000. Aset Terbakar berupa 100 tabung LPG, 1 unit Vespa Sprint, 1,5 ton padi, mesin genset, dan tumpukan kayu jati.
TKP Kedua, rumah industri Emping di Desa Tuk Terbakar pada Siang Hari laporan kebakaran kembali masuk pada pukul 12.57 WIB. Kali ini, si jago merah melanda industri rumahan pengolahan emping melinjo milik Abdul Muiz di Blok Silombang, Desa Tuk, Kecamatan Kedawung.
Penyebab kebakaran disinyalir serupa dengan kejadian pertama, yakni hubungan arus pendek listrik pada bagian atap. Api dengan cepat membesar karena menyambar rangka kayu yang telah terlapisi residu minyak goreng dari aktivitas produksi harian.
Beruntung, saat kejadian lokasi sedang libur sehingga tidak ada aktivitas penggorengan maupun pekerja di lokasi.
“Kami mengerahkan armada dari Sektor Weru dengan bantuan suplai air dari Damkar Kota Cirebon karena besarnya area yang terdampak,” jelas Ano.
Petugas harus berjuang melawan padatnya arus lalu lintas dan jauhnya sumber air sebelum akhirnya berhasil menjinakkan api sepenuhnya pada pukul 13.35 WIB. Kerugian Ditaksir mencapai Rp50 juta.
Dari dua rentetan musibah yang terjadi dalam satu hari ini, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Cirebon memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka.
Pihak Damkar kabupaten Cirebon kembali mengeluarkan himbauan keras kepada masyarakat untuk lebih rutin mengecek kelayakan instalasi listrik, baik di gudang maupun tempat usaha, terutama pada bangunan yang menyimpan material mudah terbakar demi mencegah tragedi serupa terulang kembali (kirno)












