AKSI UNJUK RASA HARI BURUH INTERNASIONAL DI BANDUNG DIWARNAI KERICUHAN DAN PEMBAKARAN FASILITAS UMUM

BANDUNG – Hari Buruh Internasional yang diperingati setiap Tanggal 1 Mei, diperingati di seluruh negara di Dunia.

Di kota Bandung, aksi buruh yang sejak siang terpusat di depan Gedung DPRD Jabar jalan Diponegoro, Kota Bandung, tidak banyak dipadati kaum buruh dan mahasiswa.

Aksi yang dikenal dengan nama Mayday ini, baru dipadati massa dari berbagai elemen menjelang sore hari pukul 15.00 WIB hingga 17.00 WIB Jumat 1 Mei 2026.

Aksi massa di depan Gedung DPRD berlangsung aman dan tertib, massa meninggalkan area depan Gedung DPRD Jabar pukul 17.15 WIB.

Berikut ini tujuh poin tuntutan yang disampaikan dalam aksi unjuk rasa tersebut:

1. Mendesak pengesahan UU Ketenagakerjaan baru;

2. Penghapusan sistem outsourcing dan upah murah;

3. Setop PHK massal dan kendalikan impor;

4. Reformasi pajak, naikkan PTKP, dan hapus pajak THR;

5. Percepatan pengasahan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT);

6. Sahkan perampasan aset;

7. Turunkan biaya aplikasi ojek online menjadi 10 persen.

Namun secara tiba-tiba Elemen masyarakat berpakaian hitam yang juga sempat menggelar demo di depan DPRD Jabar pada Jumat (1/5) beralih ke Jalan Cikapayang. Dari pantauan, terlihat massa melakukan aksi bakar-bakar tepat di simpang jalan.

Akibatnya, arus lalu lintas Jalan Cikapayang tertutup sepenuhnya dan tak dapat dilintasi oleh kendaraan. Belum ada polisi yang membubarkan massa. Massa masih memenuhi ruas jalan.

“Bakar, bakar,” teriak seorang massa.

Salah seorang sekuriti mall yang ada di Jalan Cikapayang, Arif, menyebut massa membakar pos polisi dan warung di Jalan Cikapayang sekitar pukul 18.00 WIB.

“Itu pos polisi yang dibakar,” jelasnya.(arif)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *