CIREBON – Kemeriahan luar biasa mewarnai wilayah Kecamatan Suranenggala saat ratusan siswa-siswi SMPN 2 Suranenggala tumpah ruah ke jalan dalam gelaran Karnaval Budaya Nusantara.
Kegiatan ini merupakan projek Kokurikuler Lintas mata pelajaran dengan tema “Berkebhinekaan Global, Kearifan Lokal, dan Gaya Hidup Berkelanjutan”, dengan judul: “Melestarikan Budaya Bangsa dan menjaga Alam Semesta” sesuai dengan elemen yang nyata dari implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yang komprehensif.
Acara yang dipimpin oleh Kepala SMPN 2 Suranenggala, Hj. Tri Gayati, S.Pd., M.M, dibuka dan dilepas oleh Camat Suranenggala Amin Mugni, M.Ap dan dihadiri unsur Muspika, Komite Sekolah, Perwakilan Dinas Pendidikan melalui Koordinator Wilayah, Pengawas, Ketua PGRI Kecamatan Suranenggala, serta para Kepala Sekolah dari beberapa SD di wilayah Suranenggala dan Kapetakan.
Dalam sambutannya, Hj. Tri Gayati menjelaskan bahwa karnaval ini merupakan kegiatan outing kelas sebagai edukasi bagi siswa dengan Tujuan agar siswa dapat memahami dan melestarikan budaya Indonesia yang begitu banyak ragamnya tetapi tetap Indonesia, dan melestarikan budaya lokal Suranenggala serta gaya hidup berkelanjutan dengan tidak hanya himbauan membuang sampah pada tempatnya namun bagaimana sampah sampah dan barang bekas masih dapat diolah menjadi karya karya yang bernilai, menarik, dan Estetik memiliki rasa tanggung jawab dan perduli terhadap lingkungan.
Tiga pilar utama yang diangkat adalah Berkebhinekaan Global (Global Diversity) peserta karnaval dengan 16 Budaya Provinsi yang ada di Indonesia terdapat kolaborasi kostum yang memadukan elemen tradisional dengan sentuhan dunia namun tetap menjaga nilai kesopanan.
Kearifan Lokal (Local Wisdom) Siswa menampilkan kekayaan budaya khas Cirebon dan Suranenggala. Suasana semakin khidmat dan meriah dengan iringan gamelan lokal yang menggema sepanjang rute karnaval, burok, barongsai dan musik tarlingan mempertegas kecintaan generasi muda terhadap akar budayanya.
Gaya Hidup Berkelanjutan (Sustainable Lifestyle) Sisi kreativitas siswa diuji melalui pembuatan Kostum Eco-Friendly.
Peserta juga menunjukan kreativitas dan inovasinya dengan mengolah barang bekas bahan daur ulang seperti plastik bekas, koran, botol, hingga daun kering yang disulap menjadi busana menarik indah dan estetik.
Tidak hanya pameran kostum, para siswa juga membawa misi lingkungan dengan membentangkan spanduk dan poster berisi ajakan untuk mengurangi sampah plastik, hemat energi, dan menjaga alam mencintai bumi.
“Kegiatan ini adalah wujud nyata dari kurikulum merdeka, di mana siswa belajar untuk kreatif sekaligus peduli. Kami ingin menunjukkan bahwa menjaga tradisi dan mencintai lingkungan bisa dilakukan secara beriringan dengan semangat kebhinekaan,” pungkas Hj. Tri Gayati di sela-sela acara.
Apresiasi datang dari berbagai pihak yang hadir, memuji langkah SMPN 2 Suranenggala dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat sesuai nilai-nilai Pancasila serta menuju SMPN 2 Suranenggala BERKILAU yaitu mewujudkan sekolah yang beriman berkarakter, berwawasan ilmu Global dan berbudaya Lingkungan (kirno)












