DITERJANG HUJAN ANGIN, TIGA RUANG KELAS SDN 3 MIRAT MAJALENGKA AMBRUK

MAJALENGKA – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka, beberapa hari terakhir dengan intensitas tinggi memicu terjadinya peristiwa Ambruknya tiga ruang kelas di SDN 3 Mirat Kabupaten Majalengka.

Tiga ruang kelas di SDN 3 Mirat, Desa Mirat, dilaporkan ambruk setelah tak mampu menahan terpaan cuaca ekstrem yang disertai angin kencang. Peristiwa tersebut menyisakan puing-puing bangunan yang berserakan.

Rangka atap baja ringan runtuh, genteng berjatuhan, dan struktur ruang kelas roboh dalam waktu singkat. Dugaan sementara, intensitas hujan tinggi yang berlangsung cukup lama menjadi pemicu utama ambruknya bangunan sekolah tersebut.

Danramil 1710/Leuwimunding Kodim 0617/Majalengka, Lettu Cku Munzir, turun langsung ke lokasi guna memastikan kondisi terkini. Ia juga melakukan koordinasi penanganan darurat bersama unsur terkait.

“Bangunan tiga kelas ambruk total. Rangka atap baja ringan tidak mampu menahan beban air hujan deras disertai angin kencang. Akibatnya, genteng berjatuhan dan struktur ruangan roboh,” ucap Munzir, Minggu (3/5).

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Saat kejadian berlangsung, kondisi sekolah dalam keadaan kosong sehingga tidak menimbulkan korban dari kalangan siswa maupun tenaga pengajar.

Meski demikian, kerugian material diperkirakan cukup besar karena tiga ruang kelas utama mengalami kerusakan berat. Langkah cepat langsung dilakukan aparat gabungan.

Selain melakukan pendataan awal, pihak TNI bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Leuwimunding juga melakukan pengamanan area.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi keruntuhan susulan yang dapat membahayakan warga sekitar.

“Kami telah memasang garis pengaman dan memberikan imbauan kepada masyarakat serta siswa agar tidak mendekati lokasi, mengingat kondisi bangunan masih rawan ambruk,” ucapnya.

Pasca insiden ini, pihak sekolah bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka diharapkan segera mengambil langkah cepat, termasuk relokasi sementara kegiatan belajar mengajar agar proses pendidikan tetap berjalan.

Selain itu, diperlukan percepatan perbaikan infrastruktur sekolah yang terdampak. Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapan infrastruktur pendidikan dalam menghadapi cuaca ekstrem. Hal tersebut juga mendorong percepatan evaluasi terhadap kondisi bangunan sekolah di wilayah rawan bencana (bombom)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *