CIREBON – Respon cepat ditunjukkan jajaran kepolisian saat menerima laporan warga terkait penemuan sesosok mayat laki-laki di sebuah selokan air di wilayah Citemu Mundu, Kabupaten Cirebon, pada Selasa (05/05/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.
Peristiwa ini bermula dari kecurigaan warga yang mencium aroma tidak sedap saat melintas di sekitar lokasi. Setelah ditelusuri, warga dikagetkan dengan penemuan tubuh manusia dalam kondisi tertelungkup di dalam selokan dengan kedalaman sekitar 90 sentimeter.
Saksi mata di lokasi kejadian memberikan keterangan sebagai berikut, Junaedi (33 tahun). Orang pertama yang mencium bau menyengat dan menemukan posisi korban di dalam selokan.
Buang (70 tahun) Warga yang langsung berkoordinasi dengan pihak desa untuk meneruskan laporan ke pihak kepolisian.
Berdasarkan hasil identifikasi awal, korban diketahui merupakan warga setempat dengan identitas sebagai berikutInisial JI Jenis Kelamin Laki-lakiUsia: ± 29 Tahun Alamat Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon.
Kapolsek Mundu, AKP Didi Sumardi, S.H., menyatakan bahwa sesaat setelah menerima informasi, pihaknya langsung menerjunkan tim untuk mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan berkoordinasi dengan tim Inafis Polres Cirebon Kota.
“Kami segera melakukan pengamanan area, mencatat saksi-saksi, dan melakukan dokumentasi awal. Saat ini korban sudah dievakuasi ke RSUD Gunung Jati Cirebon untuk proses pemeriksaan lebih lanjut,” ujar AKP Didi Sumardi.
Hingga berita ini diturunkan, hasil pemeriksaan luar sementara menunjukkan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Meski demikian, pihak kepolisian tetap akan melakukan autopsi guna memastikan penyebab pasti kematian pemuda tersebut.
Kasi Humas Polres Cirebon Kota, AKP M. Aris Hermanto, mengapresiasi peran aktif masyarakat yang langsung melapor sehingga kejadian ini dapat ditangani secara sigap.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi. Jika menemukan hal-hal mencurigakan, segera hubungi Layanan Polisi 110 agar dapat kami tindak lanjuti dengan cepat,” pungkasnya (kirno)












