INDRAMAYU – Fasilitas Unloading di Stasiun Pengumpul Utama (SPU) Cemara yang terletak di desa Rajaiyang Kecamatan Losarang, Rabu (6/5), terbakar.
Informasi terbakarnya fasilitas milik PT Pertamina EP Region 2 Zona 7 ini beredar luas di media sosial. Warga setempat menyebut kebakaran disertai ledakan itu terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. Ledakan terdengar hingga di permukiman warga yang berada di radius sekitar 500 meter dari titik kejadian.
” Terdengar ledakan dan apinya besar,” jelas warga yang menyaksikan proses pemadaman dari luar area SPU.
Tujuh mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi kejadian. Dua unit armada damkar milik Pertamina EP yang dilengkapi dengan fire foam didatangkan dari lapangan Jatibarang dan lapangan Cemara, serta bantuan dari Damkar Pemkab Indramayu dua unit, Brigif 34 TP Cakra Buana dua unit dan satu unit armada damkar dari PT PLN Nusantara Power UP PLTU Indramayu.
Tim pemadam kebakaran berjibaku memadamkan api yang membakar fasilitas milik Pertamina Region 2 Zona 7 tersebut.
PT Pertamina EP Jatibarang Field mengonfirmasi peristiwa kebakaran yang terjadi di fasilitas unloading Stasiun Pengumpul Utama (SPU) Cemara, yang berlokasi di Desa Rajaiyang, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, pada Rabu (6/5/2026) sekitar pukul 12.30 WIB.
Tim Penanggulangan Keadaan Darurat Pertamina EP Jatibarang Field bergerak cepat melakukan penanganan di lokasi kejadian.
Dalam waktu sekitar satu jam, tepatnya pukul 13.40 WIB, api berhasil dipadamkan setelah dilakukan upaya teknis berupa pemadaman sumber api serta langkah-langkah mitigasi untuk mengendalikan situasi.
Seluruh proses penanganan dilakukan dengan mengacu pada standar Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) yang berlaku di lingkungan perusahaan, guna memastikan keselamatan pekerja, fasilitas, dan lingkungan sekitar tetap terjaga.
Manager Communication Relations & CID Pertamina EP, Pinto Budi Bowo Laksono, menjelaskan, kondisi di lokasi saat ini telah aman dan terkendali. Pihaknya juga telah membentuk tim investigasi untuk mengidentifikasi penyebab pasti dari kejadian tersebut.
“Pertamina EP memastikan situasi di lokasi tetap aman dan terkendali. Kami telah membentuk tim investigasi untuk mengetahui penyebab terjadinya peristiwa ini,” ujarnya.
Lebih lanjut disampaikan, tidak terdapat korban luka dalam insiden tersebut. Selain itu, kejadian ini juga dipastikan tidak menimbulkan dampak sosial maupun lingkungan bagi masyarakat sekitar (demush)












