KASUS KERACUNAN MAKANAN DI KOTA CIREBON BERTAMBAH JADI 395 ORANG 

CIREBON — Jumlah korban diduga keracunan makanan di Kota Cirebon terus melonjak. Hingga saat ini, total pasien yang tercatat telah mencapai 395 orang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 218 pasien harus menjalani rawat inap di rumah sakit, sementara 177 orang lainnya menjalani rawat jalan atau sudah diizinkan pulang.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon hingga kini masih terus melakukan penelusuran guna mendalami penyebab pasti munculnya gejala pada para pasien.

Perwakilan Dinkes Kota Cirebon, Siti Maria, menyampaikan bahwa pihaknya telah berkonsultasi dengan spesialis mikrobiologi klinik untuk memperkirakan rentang waktu inkubasi atau munculnya gejala sejak makanan dikonsumsi.

Berdasarkan data demografi korban, kelompok anak-anak usia Taman Kanak-Kanak (TK) menjadi kelompok dengan jumlah pasien terbanyak.

Kendati demikian, kasus ini juga berdampak pada kelompok dewasa, di mana terdapat 64 pasien yang berusia di atas 19 tahun.

Salah satu tantangan dalam investigasi ini adalah ditemukannya fakta bahwa sebagian makanan sempat dibawa pulang oleh warga. Hal tersebut membuat kepastian waktu konsumsi makanan menjadi sulit diidentifikasi.

Sementara itu, hingga Kamis siang, hasil pengujian laboratorium terhadap sampel makanan maupun sampel medis pasien masih belum keluar. Sampel dari tubuh pasien saat ini masih berada dalam proses pembiakan kuman/bakteri.

“Pemeriksaan sampel makanan diperkirakan membutuhkan waktu paling cepat dua minggu,” ujar Siti Maria menjelaskan kendala teknis penanganan sampel.

Pihak Dinkes mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala serupa (kirno)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *