TIM SAR GABUNGAN TEMUKAN JASAD PELAJAR DI MUARA LAWANG SANGA SUNGAI KRIYAN CIREBON

CIREBON – Upaya pencarian intensif terhadap seorang bocah laki-laki yang hanyut di aliran sungai akhirnya membuahkan hasil.

Korban diketahui bernama Afandi Akbar, warga RW 02 Mandalangan Kota Cirebon. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (06/05/2026) pagi sekitar pukul 07.36 WIB di muara Sungai Kriyan Lawang Sanga, Kota Cirebon.

Peristiwa ini bermula pada Senin (04/05/2026) sore sekitar pukul 16.00 WIB. Korban yang merupakan seorang pelajar berusia 11 tahun, warga Kelurahan Kasepuhan, awalnya sedang bermain di sekitar Kali Kriyan bersama tiga rekannya.

Kapolsek Lemahwungkuk, IPTU Usep Winta, S.H., menjelaskan bahwa korban sempat berenang bersama salah satu temannya. Namun, kondisi berubah mencekam saat arus sungai tiba-tiba meluap deras akibat kiriman air dari hulu setelah diguyur hujan.

“Salah satu rekan korban berhasil menyelamatkan diri. Korban sebenarnya sempat tersangkut di pintu air dan coba ditarik oleh temannya, namun karena derasnya arus, pegangan tersebut terlepas hingga korban hanyut dan hilang dari permukaan,” jelas IPTU Usep Winta.

Saksi di lokasi, Ibu Sumiah, segera melaporkan kejadian tersebut melalui Layanan Polisi 110 setelah mendapat kabar dari anak-anak di sekitar sungai. Sementara itu, Ketua RT setempat, Agus, bersama warga sempat melakukan upaya pencarian awal secara mandiri sebelum bantuan tim ahli tiba.

Operasi SAR  digelar selama tiga hari dengan melibatkan unsur gabungan dari,Polsek Lemahwungkuk & Polres Cirebon Kota ,Ditpolair & Basarnas Kota Cirebon,BPBD Kota Cirebon & TNI,Perangkat Pemerintah Setempat

Meski sempat terkendala cuaca buruk dan arus yang sangat kuat, tim tidak menyerah hingga akhirnya jasad korban ditemukan di area muara pada hari ketiga pencarian.

Setelah ditemukan, jasad korban langsung dievakuasi ke rumah duka dan dilakukan identifikasi oleh Unit Identifikasi Polres Cirebon Kota.

Kasi Humas Polres Cirebon Kota, AKP M. Aris Hermanto, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Ia juga memberikan peringatan keras kepada masyarakat, khususnya para orang tua.

“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih ketat mengawasi anak-anak, terutama agar tidak bermain di area sungai saat kondisi cuaca ekstrem. Jangan ragu untuk segera melapor melalui Layanan Polisi 110 jika melihat situasi darurat agar penanganan bisa dilakukan dengan cepat,” tegas AKP M. Aris Hermanto (kirno)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *